Dorong Peningkatan Produksi Padi, BBRMP Sulawesi Barat Tinjau Tanam Petani di Rantebulahan Timur
MAMASA-Direktur Wilayah Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) selaku penanggung jawab provinsi bersama Liaison Officer (LO) Kabupaten Mamasa, Ketua Tim Kerja Penyuluh Provinsi, serta para penyuluh pertanian lapangan melakukan kunjungan ke Kecamatan Rantebulahan Timur untuk memantau langsung kegiatan tanam padi yang dilakukan petani.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan dan pengawalan program peningkatan produksi padi serta percepatan tanam di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau praktik budidaya padi yang diterapkan petani dengan dua metode tanam, yaitu sistem pindah tanam (transplanting) dan tanam benih langsung (tabela). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat penerapan teknologi budidaya di tingkat petani sekaligus mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi dalam proses tanam.
Pada kesempatan itu, tim BBRMP juga memberikan edukasi kepada petani mengenai pentingnya penggunaan varietas padi genjah yang memiliki umur panen lebih singkat. Penggunaan varietas ini diharapkan dapat mempercepat siklus tanam, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta mendorong peningkatan produksi padi di daerah.
Selain itu, tim turut mendorong penerapan sistem tanam tabela yang lebih efisien. Petani setempat bahkan telah melakukan inovasi dengan memodifikasi alat tanam sederhana yang dibuat dari tabung dan pipa. Alat tersebut dirancang dengan jarak tanam sekitar 15–20 cm sehingga penempatan benih menjadi lebih terukur dan jarak tanam lebih seragam.
Inovasi alat tanam sederhana ini dinilai mampu meningkatkan ketepatan jarak tanam pada sistem tabela sekaligus mempercepat proses penanaman. Praktik tersebut juga berpotensi menjadi contoh yang dapat diterapkan oleh petani lain di wilayah sekitar.(L/MN)
Melalui kegiatan ini, BBRMP bersama penyuluh provinsi dan penyuluh di tingkat kecamatan terus memperkuat pendampingan kepada petani agar mampu menerapkan teknologi budidaya yang lebih efisien dan produktif. Pendampingan langsung di lapangan diharapkan dapat mempercepat adopsi inovasi pertanian serta mendukung modernisasi pertanian di tingkat petani